Tanjung Menangis

Berenang di Bahari Alam Sumbawa

Mendengar nama Tanjung Menangis mungkin anda akan bertanya-tanya kenapa lokasi yang satu ini diberi nama sedemikian rupa, apakah disana sering hujan sehingga disebut Tanjung Menangis? namun ternyata nama itu di berikan karena Tanjung Menangis ini memiliki sebuah cerita legenda yang menyedihkan, dimana dulunya di tempat itu, setiap harinya sang putri selalu menangisi kekasih hatinya yang telah pergi jauh karena di usir.

Lokasi dan Transportasi

Tanjung Menangis ini berada di Kecamatan Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Tidak terlalu sulit untuk bisa ke lokasi Tanjung Menangis ini, meski memang tidak ada kendaraan umum yang melewati rute ini.
Maka dari itu mau tidak mau anda harus menggunakan kendaraan sendiri, atau menyewa kendaraan. Perjalanan mencapai kurang lebih sekitar 30 menit, karena jarak dari lokasi Tanjung Menangis ini dengan pusat kota Sumbawa mencapai sekitar 20 kilometer.
Untuk sampai ke Sumbawa ini sendiri perjalanannya juga cukup memakan waktu, karena anda harus pergi ke Lombok terlebih dahulu. Anda bisa naik bus dari Jakarta dengan tujuan Lombok, dan untuk ini anda harus merogoh kocek kurang lebih sebesar Rp 400.000*) per orangnya, meski begitu waktu tempuh dari jakarta ke Lombok akan memakan waktu dua hari.
Setelah sampai di Lombok, anda bisa menggunakan damri dengan Rute Mataram –Sumbawa dengan harga tiket sekitar Rp 65.000*) per orang untuk bisa melanjutkan perjalanan sampai ke kota Mataram, dan dari kota mataram, dalam kurun waktu 3-4 jam anda akan sampai di kota Sumbawa Besar.

Sejarah Singkat

Dahulu kala, Putri dari kerajaan Sumbawa menderita sakit parah yang sangat misterius, tidak ada satu tabibpun yang bisa mengobati sang putri, sang raja yang mulai putus asapun akhirnya membuat sayembara, barang siapa yang mampu menyembuhkan penyakit sang putri, maka anda di nikahkan dengan sang putri tersebut. Tidak ada seorangpun yang berhasil mengobati sang putri, hingga datanglah Zainal Abidin, seorang pemuda yang berasal dari wilayah Sulawesi, beliau akhirnya bisa menyembuhkan sang putri.
Pemuda tersebut juga memiliki paras yang tampan sehigga membuat sang putri jatuh cinta, namun sayangnya sang raja tidak menepati janjinya, untuk menikahkan pemuda itu dengan sang putri, bahkan pemuda tersebut di usir dari Sumbawa.
Sang pemuda yang kecewa memutuskan untuk pulang ke tanah asalnya, mengetahui hal itu sang putri mengejarnya, namun tidak tahu harus kemana, hingga akhirnya di sampai ke sebuah tanjung dan disana dia melihat bahwa sang pemuda telah pergi dengan menggunakan perahu.
Sang putri yang sedih dan kecewa menangis tak henti-hentinya di Tanjung itu setiap harinya, berharap sang kekasih akan kembali datang untuknya, itulah kenapa sejak saat itu masyarakat setempat menamai lokasi ini dengan nama Tanjung Menangis.

Wisata

Tanjung Menangis mungkin memang memiliki cerita legenda yang menyedihkan, namun itu tidak mengurangi keindahan alam yang ada disana sedikitpun, deburan ombak yang merdu, angin laut yang menyejukkan, serta pantai yang meski tidak terlalu besar, namun sangat bersih dan terlihat begitu rapi, dan tentunya tidak disemua tempat kita bisa menemukan pemandangan alam yang setenang ini.
Objek wisata Tanjung Menangis ini sering menjadi tujuan favorit pasangan yang hendak berbulan madu dan menginap di Samawa Seaside Cottages, yang mana merupakan satu-satunya penginapan di Tanjung Menangis ini, apalagi keindahannya tidak kalah dari Pulau Moyo.
Tanjung Menangis ini pantai berpasir putih yang tenang, dan taman lautnya yang tidak begitu luaspun memiliki begitu banyak jenis terumbu karang dan ikan-ikan kecil yang berwarna warni. Lokasinya yang jauh dari keramaian sudah pasti akan membuat anda betah untuk berlama-lama di lokasi ini.
Di ujung tebing Tanjung Menangis ini ada sebuah tower yang juga sering di gunakan untuk memantau keadaan laut. Terkadang ada pegunjung yang suka memanjat tower ini dan menikmati pemandangan laut dari atas sana, agak menyeramkan memang, namun jika anda sudah berada di atas sana, rasa kagum akan membuat anda lupa akan ketakutan anda saat memanjat tadi.
Ada juga pengunjung yang suka melompat ke laut dari ujung tebing Tanjung Menangis ini, bukan karena mau bunuh diri lho, mereka melompat dari sana karena ingin berenang, karena seru dan menegangkan hal itu menjadi aktivitas yang sering kali di lakukan oleh hampir semua pengunjung disini yang cinta akan laut.

Tinggalin rating dan tulis review buat tempat ini

Tj. Menangis, Penyaring, Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Bar., Indonesia
Lihat peta