Bukit Galau

Bukit Pengusir Galau

Bukit Galau, dahulu dikenal dengan nama Untir Talanak/Ta’Lana’K, Untir dalam bahasa Sumbawa artinya Bukit, Ta dalam bahasa Sumbawa artinya ini, sedangkan Lana diambil dari nama pemilik yang berkelana, sedangkan K diambil dari nama Desa Setempat yaitu Kokarlian karena sang pemilik pernah tinggal di Desa Kokarlian. maka Untir Talanak dapat diartikan ‘ini bukit Lana di Kokarlian’ hehehe…tapi ada juga yang mengartikan bahwa Talanak adalah Tempat Lar/(penggembalaan) Ternak. Selanjutnya untir Talanak di Populerkan oleh masyarakat dengan nama Bukit Galau, sebuah bukit yang terletak di Jalan Raya Lintas Samarekat Sumbawa-Taliwang, di Desa Kokarlian Kec. Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat adalah sebuah jalur utama yang menghubungkan Sumbawa Barat (KSB) dengan Kabupaten Sumbawa Besar. Tempat ini cukup menarik karena letaknya yang sangat strategis dan selalu dijadikan lokasi transit dan persinggahan para pelancong yang melintasinya baik yang hendak menuju Sumbawa Besar, Bima dan NTT begitu juga sebaliknya dari arah berlawanan yang ingin mengunjungi Taliwang dan PT. Newmont Nusa Tenggara (Maluk) yang berada di kabupaten Sumbawa Barat dengan berbagai keperluan maupun sekedar menikmati keindahan alam Bumi Pariri Lema Bariri dan pasti akan melewati jalur Bukit Galau. Para pelancong baik turis domestik maupun mancanegara kerap menjadikan bukit ini sebagai destinasi pilihan utama di Pulau Sumbawa sebelum mereka melanjutkan perjalanan aksi petualangan menantang lainnya.

Sebagai tempat yang strategis, Bukit Galau sendiri memiliki pesona yang unik dan tak terlupakan, selain menawarkan panorama yang mengagumkan ternyata tempat ini menjadi central/pusat jalur penghubung hampir semua tempat wisata yang ada di kabupaten tersebut, selain Pusat Agrobisnis Kec. Poto Tano dengan unggulan komoditasnya hasil pertanian,peternakan,perikanan dan kelautan, seperti Jagung, Sisal, mutiara, rumput laut dan ternak Sapi. Selain itu hamparan perpetakan tambak udang milik PT. Bumi Harapan Jaya (BHJ) yang terus berkembang pesat juga menambah nilai putaran ekonomi bisnis di Kec. Poto Tano Sumbawa Barat yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakatnya. Dari arah Pelabuhan Penyebrangan Poto Tano, untuk mencapai bukit ini hanya memakan waktu sekitar 5-10 menit perjalanan dengan kendaraan.

Di sanalah Anda akan dimanjakan oleh kesan pertama memasuki wilayah kabupaten Sumbawa Barat. Di tempat ini pula para wisatawan akan dapat menikmati langsung pemandangan eksotik view laut Pulau Kalong dan mentari tenggelam/Sun Set bila berada di Bukit Galau. Kemudian nampak Gunung Rinjani yang begitu Anggun. Hamparan padang luas sejauh mata memandang dan angin semilir membuat siapapun yang singgah di Bukit Galau merasa tenang dan damai sehingga enggan untuk beranjak. Sungguh bebanding terbalik dengan namanya yang Galau, bukan?. hehehehe

Selain itu, di Bukit Galau ternyata tersimpan kekayaan alamnya tersendiri, di kedalaman kurang dari 6 meter sebuah alat pendeteksi EMAS (Metal Detector) bertecnologi tinggi milik salah seorang Pelancong yang pernah singgah di Bukit Galau, telah mendeteksi adanya titik keberadaan material logam mulia EMAS yang tekandung di dalamnya dan hal tersebut rupanya bukan menjadi rahasia pribadi lagi, melainkan hampir semua lapisan masyarakat mengetahui hal tersebut, bahkan beberapa kelompok masyarakat yang mengetahui ingin memburu titik keberadaan emas di Bukit Galau tersebut guna dieksploitasi. Namun sang pemilik TANAH melarang adanya kegiatan EKSPLOITASI di lokasi BUKIT GALAU secara ILEGAL, karena wilayah tersebut memang diorientasikan sebagai objek wisata dan kawasan bisnis kreatif. perlu diketahui bahwa Bukit Galau juga pernah di jadikan salah satu objek pengambilan lokasi syuting dalam sebuah film Drama Indonesia berjudul Serdadu Kumbang yang dirilis pada 16 Juni 2011 dengan disutradarai oleh Ari Sihasale yang dibintangi oleh Yudi Miftahudin dan Ririn Ekawati. Dalam film tersebut Bukit Galau tayang di menit 31:10.(NL)

Tinggalin rating dan tulis review buat tempat ini